Bali Sebagai Destinasi pariwisata Siap Bersaing di Era Global

Halo di kesempatan kali ini kita akan membahas topik tentang Bali sebagai destinasi yang siap bersaing di era global, menurut pendapat pribadi saya bali sudah menjadi tempat wisata yang cukup populer bagi para wisatawan kenapa demikian?, karena wisatawan lebih mengenal pulau bali dari pada negara Indonesia, bahkan para wisatawan juga tidak tahu bahwa bali ada di negara Indonesia
Bangga dong jadi orang bali asli, yuk langsung ke pembahasan
Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, segera ditetapkan sebagai destinasi gastronomi berstandar global oleh organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau menyambut baik “Kick Off” penetapan Ubud menjadi destinasi gastronomi prototype standar UNWTO.
Tim UNWTO diwakili oleh Aditya Amaranggana sebagai Project Specialist mengatakan pihaknya mengapresiasi Indonesia akhirnya berhasil terpilih sebagai destinasi prototype untuk Wisata Gastronomi.
“Kami salut dengan kerja sama yang terjalin sejak 2017 hingga mencapai tahap ini. Tiga hal yang penting program ini bahwa satu fokus UNWTO 2019 adalah SDG’s, kedua program ini bisa membantu pencapaian SDG’s 2030 karena gastronomi adalah sebuah ekosistem hulu ke hilir yang menyentuh banyak point di SDG’s,”
Selain itu penetapan Ubud sebagai destinasi gastronomi juga dapat mendorong keberadaan pasar tradisional, pemasok wine, kopi, teh, produk organik, layanan edukasi gastronomi formal dan informal yang fokus pada kearifan lokal kuliner serta budaya makan setempat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika ingin bersaing di global maka harus menggunakan standar gobal. Lebih jauh Menpar mengatakan, bahwa keuntungan mempromosikan wisata kuliner atau gastronomi adalah rasa makanan tidak bisa dipresentasikan melalui visual, itu sebabnya para wisatawan harus datang ke destinasinya untuk menikmati makanan lokal.
Wih hebat ya ubud
Nah bahka Bali pernah di perkenalkan di Selandia Baru loh yuk bahas

Potensi wisatawan asal Selandia Baru benar-benar digali Kementerian Pariwisata. Setelah membentuk GenWI, giliran sales mission disiapkan. Event ini akan digeber pada 27 September nanti. Lokasinya di Hotel Crowne Plaza Auckland, Selandia Baru.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, sales mission ini adalah momentum yang tepat untuk memperkenalkan 10 Bali Baru.
Namun, tidak hanya atraksi yang ditawarkan Kemenpar pada 10 Bali Baru. Destinasi-destinasi ini juga mudah dijangkau.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik sales mission di Selandia Baru. Menurutnya, bukan hanya potensi pasar wisatawan yang harus dibidik. Tetapi juga daya saing untuk bersaing di level global
Sedangkan calibration, membandingkan kinerja Indonesia dengan standar dunia. Dan ini yang menjadi bukti jika Indonesia naik kelas.

Nah pada saat masa kampanye pilpres ada isi dari salah 1 kubu capres menyarankan wisata bali halal, hmmm kita bahas kuy
Di tahun politik ini, isu pariwisata halal kembali mencuat akibat salah satu peserta pemilu ingin mengembangkan konsep pariwisata halal di Bali. Destinasi paling favorit bagi wisatawan mancanegara dengan mayoritas penduduk bergama hindu dan budaya yg menjadi daya tarik utamanya.Isu penerapan wisata halal di Bali ini bukan yang pertama kalinya. Pada tahun 2015 saat istilah wisata halal belum muncul, Bali direncanakan menjadi salah satu dari 13 daerah yang dinyatakan siap mengembangkan wisata syariah di Indonesia. Namun rencana ini menuai penolakan dari masyarakat Bali.
Konsep wisata halal ini sudah diterapkan di beberapa daerah bahkan negara berkembang. Di Indonesia, Lombok merupakan daerah pertama yang ditetapkan sebagai destinasi dengan branding wisata halal oleh Kementrian Pariwisata. Konsep ini pun didukung penuh oleh pemerintah daerah dengan adanya peraturan gubernur dan peraturan daerah tentang Pariwisata Halal.
Wisata yang seperti pada umumnya, namun hotel, restoran, dan jasa wisata lainnya dianjurkan untuk disertifikasi halal. Hal ini guna meyakinkan wisatawan muslim bahwa produk-produk wisata yg dikonsumsi wisatawan di Lombok terjamin halal. Begitu juga dianjurkan untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan wisatawan Muslim seperti Musholla dan kebutuhan lainnya.
Beberapa negara di Eropa juga sedang menerapkan konsep wisata halal. Salah satunya Belgia yang juga memiliki Halal Centre untuk penelitian produk-produk halal yang juga memiliki legalitas untuk mengeluarkan sertifikasi halal.
Bagaimana jika wisata halal diterapkan di Bali?

Kemungkinan penerapan wisata halal di Bali sangat kecil, melihat mayoritas penduduknya beragama Hindu dan persepsi halal bagi mereka juga berbeda.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bali tidak perlu wisata halal karena positioning Bali sebagai pariwisata budaya berbasis Tri Hita Karana sudah sangat kuat.
Mungkin segitu dulu untuk pembahasan kali ini sampai jumpa dan terima kasih

Jika Kalian Memiliki Kesempatan Membuat Sebuah Usaha

Halo kali ini kita akan membahas tentang jika kalian memiliki sebuah usaha usaha apa yang kalian inginkan
Nah dikesempatan kali ini saya akan membahas usaha apa yang saya inginkan yaitu membuka sebuah koperasi mungkin terdengar sulit tetapi iti tidak mematahkan mimpi saya untuk membangun sebuah koperasi. Kenapa saya bermimpi membangun sebuah koperasi karena sejak kecil saya sudah sering membantu orang tua saya menghitung uang dan saat ini ibu saya sedang melakukan bisnib pinjaman uang berbunga. Dari situ saya sudah mempunyai mimpi untuk membangun sebuah koperasi

Nah sudah tau kan latar belakang kenapa saya memilih usaha koperasi sebagai usaha impian saya, sekarang saya akan membahas tentang apa itu koperasi, lah kok kesitu, yaa kita sebelum membuat sesuatu harus tau aturan atau cara pembuatan, mengerti tentang hal apa yang harus diperlukan betul gak?, Betullll

Apa itu koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Sedangkan pengertian koperasi yang lebih formal adalah sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1, yaitu:
Koperasi: badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Jenis-jenis Koperasi
Ada beberapa jenis koperasi berdasarkan fungsinya. Dalam UU RI No. 17 Tahun 2012, disebutkan bahwa jenis-jenis koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
1Koperasi Konsumen
Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan bagi konsumen barang dan jasa.
2.Koperasi Produsen
Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan bagi produsen barang dan jasa.
3.Koperasi Jasa
Koperasi jasa hampir sama seperti koperasi konsumen, tetapi yang disediakan oleh koperasi ini adalah kegiatan jasa atau pelayanan bagi anggotanya.
4.Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam memberikan pinjaman kepada anggotanya.
5.Koperasi Serba Usaha
Beberapa koperasi menyediakan beberapa layanan sekaligus.

Nah sudah tau tentang apa itu koperasi dan jenis nya kan?
Sekarang saya akan membahas tentang :
Modal Koperasi
Untuk menjalankan usahanya, koperasi memerlukan modal. Modal digunakan untuk membeli barang dagangan atau alat-alat produksi. Modal bisa didapat dari dua sumber, yaitu dari anggotanya sendiri (internal) dan dari luar (eksternal).
Modal Internal Koperasi
Modal internal terdiri dari:

1.Simpanan pokok
Simpanan pokok dibayarkan selama satu kali saat mendaftar sebagai anggota dan besarannya sudah ditentukan.
2.Simpanan wajib
Simpanan wajib dibayarkan setiap bulan dengan besaran yang sudah ditentukan. Simpanan ini tidak bisa diambil selama masih menjadi anggota koperasi.
3.Simpanan sukarela
Simpanan ini sifatnya sukarela, begitu pula jumlahnya.
4.Dana cadangan
Dana cadangan adalah bagian dari SHU (Sisa Hasil Usaha) yang tidak dibagikan kepada anggotanya.

Modal Eksternal Koperasi
Modal Eksternal terdiri dari:
1.Hibah
Hibah adalah pemberian dari pihak lain untuk koperasi. Hibah dapat berupa uang, lahan, atau barang-barang modal.
2.Pinjaman
Koperasi dapat meminjam modal dari pihak lain, misalnya bank, untuk memenuhi kebutuhan modal.
3.Sumber lain yang sah

Nah selanjutnya sekarang kita akan membahas

  1. Cara Mendirikan Koperasi yang Pertama
    Perlu disadari pembentukan koperasi harus didasarkan kepada kebutuhan dan kesadaran. Sebelum mendirikan sebuah koperasi terlebih dahulu kita harus tahu hal-hal berikut:
    – Perlu atau tidak koperasi di daerah ini? Jika perlu kenapa?
    – Apakah sudah ada rencana usaha yang akan dijalankan?
    – Bagaimana persiapannya seperti modal, tempat usaha dan sebagainya?
  2. Langkah Kedua
    Segera diadakan rapat persiapan pembentukan yang menghadirkan calon pendiri, untuk koperasi primer dibutuhkan minimal 20 orang agar koperasi bisa berdiri. Kantor koperasi dan jenis usaha harus jelasa dan yang paling penting kesepahaman kebutuhan.
  3. Langkah Ketiga
    Pelaksanaan rapat pembentukan. Pada rapat pembentukan di tentukan pendiri dan pengurus serta pengesahan anggota dengan cara semua pendiri menanda tangani berita acara pembentukan koperasi kemudian ditentukan pengurus koperasi, anggaran dasar ( Peraturan-peraturan Pokok), serta rencana kerja dan rencana anggaran.
  4. Langkah Keempat
    Sosialisasikan koperasi yang baru dibentuk kepada pemerintah, calon relasi, masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
  5. Langkah Kelima
    Sesegera mungkin diadakan rapat pengurus yang akan membahas program kerja, peraturan-peraturan usaha dan administrasi.
    Yap mungkin segitu dulu pembahasannya membuat sebuah koperasi tidak lah gampang dan butuh modal yang sangat besar tetapi jika kita mempunyai semangat yang tinggi kita pasti bisa mencapainya

Revolusi Industri 4.0 Bidang Pariwisata

Sebelum kita membahas topik dari judul yang ada diatas yuk kita ketahui dulu apa itu revolusi industri Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan menyebar ke seluruh dunia. Nah kita sudah tau dong sejarah nya yuk kita bahas tentan revolusi industri 4.0 khusus nya di bidang pariwisata Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

“Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sektor pariwisata.

“Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semua lini,

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional Pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Ada pun kegiatan yang dilakukan oleh kemenpar yaitu Rakornas Pariwisata I Tahun 2019 diselenggarakan dengan tujuan penguatan SDM pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0 ini mengusung tema besar Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 Transforming Tourism Human Resources to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era.

Acara yang diikuti 500 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, industri pariwisata, pemerintah, komunitas, dan media ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senior Manager Deloitte Samrat Bosye, Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo, dan para ceo dari beberapa aplikasi travel dan toko online

Lalu bagaimana dengan bali?
Menurut hasil diskusi pada bulan januari kemarin Perguruan Tsinghua SEA dan Yayasan Unity in Diversity (UID)baru menggelar forum diskusi “Industry Revolution 4.0: Shape Your Future with Artificial Intelligence and Big Data” di UID Creative Campus, Bali.
Di acara tersebut, hadir beragam narasumber dari bidang teknologi. Bali sendiri disebut mampu mendongkrak lagi potensi wisatanya dengan merangkul teknologi digital. Dalam acara tersebut penyedia layanan cloud yaitu Alibaba Cloud juga turut menjadi pengisi acara.
Mengingat Bali memiliki banyak desa wisata maka pemanfaatan teknologi big data meliputi pendataan potensi desa wisata yang ada di Bali dan dikolaborasikan dengan beragam data terkait wisatawan dan pengunjung bisa memberikan pandangan yang sangat luas.

Alibaba Cloud memiliki program bernama Champion Global Accerlerator, yang di dalamnya terdapat lebih dari 300 perusahaan dan kalangan profesional. Mereka mengikuti program pelatihan dan pengembangan bisnis berbasis dukungan teknologi Alibaba Cloud.
Mengingat Bali memiliki banyak desa wisata maka pemanfaatan teknologi big data meliputi pendataan potensi desa wisata yang ada di Bali dan dikolaborasikan dengan beragam data terkait wisatawan dan pengunjung bisa memberikan pandangan yang sangat luas.

Saya ingin menyarankan pemerintah untuk membuat policy mengenai sebuah inovasi pariwisata 4.0. Pertama, inovasi dalam konteks pembangunan berkelanjutan pariwisata harus melibatkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan pemangku kepentingan. Kedua, nilai inovasi harus memiliki nilai komersial agar dapat mendukung potensi industri pariwisata dan pelaku bisnis serta menarik generasi milenial, tetapi dalam artian tidak hanya memanfaatkan inovasi, tetapi mengantisipasi potensi dampak inovasi tersebut. Ketiga memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dalam proses nya, tidak hanya untuk sekedar menghasilkan inovasi baru, tetapi memaksimalkan teknologi agar memastikan inovasi tepat sasaran ke generasi milenial serta tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.

Travel Digital In Milenial

Menpar Arief Yahya menyebut, siapa yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi “winning the future market”. Saat ini mereka sudah masuk ke era digital lifestyle. Sadar atau tidak, kini sudah terjadi pergeseran perilaku masyarakat dimana teknologi digital sudah mengubah customer behavior, menuju layanan gerak (mobile), personal dan interaktif.

“Saat ini search and share melalui digital di pariwisata sudah mencapai 70 persen. Walk in service dengan meminta customer datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata sudah tidak bisa lagi diandalkan,” ujar Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, di sector digital marketing inilah Indonesia bisa unggul dan menjadi juara dunia. Seperti yang dilakukan Angkasa Pura II di Soekarno Hatta yang mendahulukan pembangunan non fisik untuk quick win.

Alhasil, meski secara fisik masih ketinggalan tetapi performance perusahaan tetap tinggi. “Untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, tidak ada pilihan bagi industri pariwisata nasional, kecuali ‘Go Digital’,” pungaks Arief Yahya.
Sudah menjadi hal umum jika pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.
Rudiana mengatakan, saat ini ada sekitar 4.000 travel agent di seluruh Indonesia. Sementara itu jumlah Online Travel Agent (OTA) baru sekitar 40.

“Itu pun kalau dihitung secara benar, mungkin hanya 20. Online Travel Agent kan harus real time,”

Lalu apakah travel agent konvensional harus banting stir menjadi OTA? Rudiana menjawab, tak harus seluruhnya digital. Cara konvensional pun saat ini masih dibutuhkan.

“Kita ambil contoh Panorama. Tahun lalu Panorama mulai memperkenalkan booking via website. Namun tetap melayani cara konvensional,”
logo
HomeLifestylePesona Indonesia
Menpar Ingatkan Travel Agent Terkait Digital Tourism
Oleh Gilar Ramdhani pada 12 Nov 2017, 13:47 WIB
Menpar Ingatkan Travel Agent Terkait Digital Tourism

Liputan6.com, Jakarta Penampilan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Menpar) Arief Yahya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) di Ballroom Ciputra World, Surabaya menyita perhatian khusus peserta. Sekitar 300 delegasi ASITA dari seluruh Indonesia yang hadir itu serius menyimak pemaparan Menpar Arief Yahya terkait Digital Tourism.

Di tengah timbulnya disruption di banyak industri, Menpar Arief Yahya menyebut 3T yakni Telecommunication, Transportation, serta yang sedang dan akan terjadi, di Tourism. Kata-kata “tourism” inilah yang membuat audience menahan napas. Karena industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner, mau tidak mau, suka tidak suka, industri pariwisata harus mengikuti perubahan konsumen.

“Revolusi teknologi digital ini tidak bisa dihindari, pasti terjadi! Pasti. Secara alamiah akan mengubah dunia, menciptakan model bisnis baru, jadi pelaku industri yang tidak mau berubah dengan platform digital, pasti akan ditinggalkan customer,” jelas Menpar Arief Yahya saat Gala Dinner menjelang Rakernas II ASITA, Jumat (10/11) malam.

Menpar Arief Yahya mencontohkan di transportasi terjadi ketika bertemu dengan digital, seperti Grab, Gojek dan Uber. Dengan munculnya digital transportation, harga pasar langsung berubah total, harga drop drastis. Begitupun di telekomunikasi, semakin murah, semakin gratis, akan semakin untung. Karena itu WhatsApp (WA), Google, Baidu, Line mengirimkan pesan gratis, tidak berbayar.

Sementara, revolusi ketiga adalah tourism. Ini yang paling diwanti-wanti Menpar Arief Yahya agar industri pariwisata Indonesia waspada. Menurutnya, bila travel agent tidak bisa mengikjti perubahan zaman, dikhawatirkan akan bernasib sama seperti warung telekomunikasi (wartel), terbunuh dengan sendirinya. Travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel Agent, seperti Traveloka, Booking.com, TripAdvisor, Ctrip, dan lainnya.tren traveling milenial terus berubah, Dwidayatour mencoba melakukan riset digital pada 1.700 warganet milenial tentang kebutuhan travelingnya, dan hasilnya cukup unik.

Dari 1.700 responden tersebut, 40 persen laki-laki dan 60 persen sisanya perempuan. Berikut fakta hasil yang dihimpun dari riset Dwidayatour tersebut:

1. Tujuan Berwisata Bukan Hanya Melepas Penat
2. Lebih Baik Singkat tapi Sering

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai